Detikcom - Tokyo, Sektor telekomunikasi menjadi lahan bisnis baru yang ingin dikuasai Trend Micro setelah sukses merajai bisnis keamanan jaringan di sektor server virtualisasi dan cloud computing.

Menurut Oscar Chang, Executive Vice President Trend Micro Asia Pacific, alasan melebarkan sayap di bisnis keamanan untuk telekomunikasi karena pesatnya pertumbuhan pengguna ponsel dan mobile device lainnya.

"Lebih dari 400 juta penduduk di Asia Pasifik telah mengakses internet dari perangkat mobile sepanjang 2010 lalu," kata dia dalam sesi wawancara terbatas di Tokyo, Jepang, Rabu (28/7/2011).

Alasan lain mengapa bisnis keamanan mobile begitu diminati Trend Micro adalah data yang mengatakan 27% dari pebelanja Asia ingin menggunakan ponselnya untuk melakukan pembayaran barang dan layanan. Terlebih, transaksi mobile commerce di Asia Pasific diproyeksi bernilai US$ 139 miliar di 2012 mendatang.

Kemudian data lain yang dikutip Trend Micro dari Frost & Sullivan menyebutkan bahwa penjualan ponsel cerdas di Asia Pasifik akan menembus 100 juta di 2011 ini. Jumlah tersebut sama dengan porsi 20% dari ponsel yang terjual di seluruh dunia.

Belum lagi, kata data dari IDC, pertumbuhan penjualan ponsel akan jauh melampaui penjualan PC di 2013 mendatang. Data-data ini yang menjadi acuan bagi Trend Micro untuk menapaki jenjang berikutnya setelah cloud computing.

"Kami sudah menyiapkan solusi keamanan jaringan mobile yang komplet. Itu sebabnya kami menargetkan untuk bisa bermitra dengan sedikitnya tiga operator di setiap negara Asia Pasifik," ujar Oscar.

Untuk menunjukkan keseriusannya, Trend Micro sendiri mulai melakukan investasi di berbagai sektor. Mulai dengan mengeluarkan investasi US$ 30 juta untuk riset dan pengembangan produk, hingga mendirikan kantor cabang di seluruh negara.

Di Indonesia sendiri, Trend Micro telah meresmikan pembukaan kantor cabangnya di Jakarta. "Kami mulai membangun branch office di Indonesia sejak 2010 lalu dan mengoperasikannya secara penuh di kuartal kedua 2011 ini," papar Oscar.

Trend Micro yang didirikan sejak 1988 di Amerika Serikat dan kini bermarkas di Tokyo, Jepang, telah memiliki 4350 pegawai yang tersebar di 23 negara. Perusahaan solusi keamanan jaringan komputer ini menghasilkan pendapatan US$ 1 miliar dengan kontribusi dari korporat 66% dan konsumer 34%.

Jika dilihat dari sisi geografi, Jepang masih menjadi penyumbang revenue terbesar dengan porsi 41%, Amerika Utara 26%, Eropa 21%, Asia Pasifik 9%, dan Amerika Latin 3%.

Sumber:
http://mdev.detik.com/read/2011/07/28/163324/1691639/328/tren-bisnis-keamanan-bergeser-ke-telekomunikasi

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy
 

About Us

PT. Satria Raksa Buminusa, a privately owned national company was established on 24 April 2004. Holds licences from KAPOLRI to conduct the following services:

  • Education Services
  • Security Devices & Modern Technology Application
  • Security Consultancy Services
  • Manned Guarding Services

QuickContact

Nama
Please type your full name.
Telp/HP
Invalid Input
E-mail
Invalid email address.
Alamat
Invalid Input
Pesan
Invalid Input